Ini adalah tips LDR buat kalian - kalian semua yang senasip sama gw......haha
Percaya dan Sabar
Ketika sudah berkomitmen untuk hubungan jarak jauh, kepercayaan pada pasangan sangat penting. Ingat, pertemuan dan komunikasi yang cukup sulit sebaiknya diisi dengan hal-hal yang menyenangkan supaya hubungan lebih mesra. Selain lebih personal, di surat biasa anda bisa membubuhkan wewangian yang sering anda gunakan sehingga menimbulkan perasaan nostalgia pada dirinya. Tapi sebelum itu cek dulu dengan perusahaan pengiriman atau kantor pos tentang prosedur pengiriman makanan.
Tetapkan peraturan
Untuk menghindari salah paham dan hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya anda menetapkan beberapa aturan dasar. Kunjungan anda juga tak perlu lama-lama, yang penting perasaan rindu sudah terobati.
Antisipasi segala kemungkinan
Namanya hubungan jarak jauh, faktor penghalang pasti banyak menghadang. Atau bisa saja anda tak bisa pergi bertemu dia karena sahabat perlu teman curhat setelah putus dari pacar.
Timbang baik dan buruknya
Tidak semua orang bisa menjalani hubungan jarak jauh dengan baik. Dan berbagai hal lainnya.
Jika setelah ditimbang ternyata hal buruk lebih unggul, tak ada salahnya anda berpikir dua kali untuk melanjutkan hubungan jarak jauh. Pada akhirnya, akan sangat baik jika anda dan pasangan bisa menemukan jalan keluar. Lagian siapa yang mau terus-terusan sedih dan menderita karena cinta.
Prediksi masa depan
Hubungan yang punya tujuan, pasti bikin anda dan pasangan lebih semangat menjalaninya. Suatu hubungan terutama jarak jauh perlu ‘iming-iming’ yang membuat anda dan pasangan tetap kuat. Setidaknya ada sesuatu yang diharapkan dan dituju.
blog ini gak penting tapi perlu dibaca soalnya asik, smoga bermanfaat||"이 블로그는 중요하지 않습니다뿐만 아니라 유용 쿨 읽을해야합니다 때문에 감사합니다"
Selasa, 18 Juni 2013
Sabtu, 13 April 2013
perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III pada sistem pencernaan,perkemihan,muskuloskletal.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Masa kehamilan dimulai dari
konsepsi samapi dengan lahirnya janin kedunia luar. Lamanya hamil normal 280
hari (40 minggu atau 1 bulan 7 hari ).
Kehamilan dibagi 3 yaitu
trisemester pertama, dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, trisemester kedua
dari bulan keempat sampai bulan keenam, kemudian trisemester ketiga dari bulan
ketujuh sampai bulan kesembilan.
Dalam menjalani proses kehamilan tersebut, ibu hamil mengalami
perubahan-perubahan anatomi pada tubuhnya sesuai dengan usia kehamilannya.
Mulai dari trimester I, sampai dengan trimester III kehamilan.Perubahan-perubahan
anatomi tersebut meliputi perubahan sistem pencernaan, perubahan sistem
perkemihan, dan perubahan sistem muskuloskeletal.
Perubahan pada sistem pencernaan seperti sembelit, mual atau nause, perut kembung akibat makanan yang
tertahan dalam lambug.
Perubahan
pada sistem perkemihan seperti ibu hamil sering buang air kesil karena adanya
desakan oleh fetus yang semakin besar dalam uterus.
Perubahan
pada sistem muskuloskeletal seperti postur tubuh ibu yang berubah, membuatnya
tak nyaman untuk bergerak. Adanya kram kaki yang sering terjadi pada ibu.
Memang adakalanya perubahan yang terjadi tak begitu nyaman dirasakan. Namun
demikian, selama sifatnya masih fisiologis atau memang normal terjadi dalam
proses kehamilan berlangsung ringan dan tak mengganggu aktivitas, dianggap
normal. Sebaliknya bila gejala-gejala tersebut mulai berlebihan dan menyebabkan
masalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengganggu aktivitas dan bahkan
sampai dehidrasi tentu bukan hal yang normal lagi.
B. TUJUAN PENULISAN
1.
Tujuan Umum
Untuk mengetahui
perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I, II, dan
III.
2. Tujuan khusus
Untuk mengetahui perubahan anatomi
dan adaptasi fisiologi pada ibu hamil trimester I, II, dan III, yaitu :
a. Perubahan sistem pencernaan
b. Perubahan sistem perkemihan
c. Perubahan sistem muskuloskletal.
BAB II
TINJAUAN TEORI
Pada ibu hamil, perubahan anatomi
sistem-sistem pada tubuh berkembang sesuai tahap usia kehamilannya. Mulai dari
trimester I, sampai trimester III kehamilan. Sistem-sistem tersebut meliputi :
sistem pencernaan, sistem perkemihan, dan sistem muskuluskeletal.
A. SISTEM PENCERNAAN
Rongga Mulut
Salivasi mungkin akan meningkat sehubungan dengan kesukaran menelan akibat nausea. Gusi dapat menjadi hiperemis dan
melunak, kadang berdarah apabila hanya terkena cidera ringan,misalnya pada saat
gosok gigi. Pembengkakan gigi sangat vaskular disebut epulis kehamilan yang terkadang dapat timbul,tetapi secara khas
mengecil secara spontan setelah kelahiran. Keadaan tersebut di sebabkan oleh pengaruh hormon estrogen
yang meningkat atau kadang terjadi pada pengguna kontrasepsi oral dan ibu yang
mengalami defisiensi vitamin C. Tidak ada bukti yang menjelaskan bahwa
kehamilan mendorong proses pembusukan pada gigi ( Vivian Nanny & Tri
Sunarsih, 2011 : 96 ).
Motilitas
Saluran Gastrointestinal
Biasanya ada penurunan tonus dan motilitas saluran
gastrointestinal yang menimbulkan pemanjangan waktu pengosongan lambung dan
transit usus. Hal ini mungkin merupakan akibat jumlah progesteron yang besar
selama proses kehamilan dan menurunnya kadar motalin- suatu peptida hormonal yang diketahui mempengaruhi otot- otot
halus (Chritofides dkk, 1982 )- atau keduanya. Pada saat persalinan, khususnya
setelah pemberian analgesik, waktu pengosongan lambung secara khas sangat
memanjang. Bahaya utama anastesi umum adalah regurgitasi dan aspirasi, baik isi
makanan maupun asam lambung
( Vivian Nanny & Tri
Sunarsih, 2011 : 97 ).
Hormon estrogen membuat pengeluaran asam lambung
meningkat yang dapat menyebabkan pengeluaran air liur yang berlebihan (
hipersaliva ), daerah lambung terasa panas, terjadi mual dan sakit/pusing
kepala terutama pagi hari yang disebut morning
sickness. Muntah yang terjadi pada ibu hamil disebut emesis gravidarum. Apabila muntah berlebihan dan mengganggu
kehidupan sehari-hari disebut hiperemesis
gravidarum ( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011 : 96 ).
Lambung dan Esofagus
Pirosis merupakan kejadian yang umum pada kehamilan,
paling mungkin di sebabkan oleh refluks sekret-sekret asam ke esofagus bagian
bawah. Posisi lambung yang berubah mungkin ikut menyumbang pada seringnya
terjadi peristiwa ini. Tonus esofagus dan lambung berubah selama kehamilan
dengan tekanan intraesofagus yang lebih rendah dari tekanan lambung lebih
tinggi. Selain itu, pada saat yang bersamaan peristaltik esofagus mempunyai kecepatan
gelombang dan amplitudo yang rendah ( Ulmsten dan Sundstrom, 1978 ),
perubahan-perubahan tersebut menyokong terjadinya refluks gastroesofageal yang
menimbulkan heart burn ( Vivian Nanny
& Tri Sunarsih, 2011 : 97 ).
Usus Kecil, Besar, dan Apendiks
Oleh karena kehamilan yang berkembang terus,
lambung dan usus digeser oleh uterus yang membesar ke arah atas dan lateral.
Sebagai akibat, apendiks sebagai contoh biasanya bergeser ke arah atas, lateral
dan sering kali mencapai pinggang kanan ( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011
: 97 ).
Hormon progesteron menimbulkan gerakan usus makin
berkurang ( relaksasi otot-otot polos) sehingga makanan lebih lama berada di
dalam lambung dan apa yang telah di cerna lebih lama di dalam usus. Hal ini
mungkin baik untuk reabsorbsi, tetapi dapat menimbulkan konstipasi dimana hal
ini merupakan salah satu keluhan dari ibu hamil. Konstipasi dapat juga terjadi
karena kurangnya aktivitas/senam dan penurunan intake cairan ( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011 : 97
).
Hati
Pertambahan ukuran hati pada beberapa binatang dapat
terlihat dengan jelas, tetapi sebaliknya pada kehamilan manusia, pembesaran
hati tersebut tidak dapat terlihat ( Combes dan Adams, 1971 ). Selain itu,
dengan evaluasi histologis hati yang di dapat dengan biopsi, termasuk
pemeriksaan dengan mikroskop elektron menyatakan tidak ada perbedaan yang jelas
dari morfologi hati yang terjadi sebagai respons terhadap kehamilan normal (
Ingerslev dan Teilum, 1946 ). Perubahan terjadi secara fungsional yaitu dengan
menurunnya albumin plasma dan globulin plasma dalam resio tertentu. Kejadian
ini merupakan kejadian yang normal pada wanita hamil. Pada wanita yang tidak
hamil kondisi tersebut dapat menunjukkan adanya penyakit pada hati ( Vivian
Nanny & Tri Sunarsih, 2011 : 98 ).
Kandung Empedu
Fungsi kandung empedu berubah selama kehamilan karena pengaruh
hipotoni dari otot-otot halus. Selama melakukan SC, Potter ( 1936 ) cukup
sering menemukan empedu teregang namun hipotonik dan aspirat empedu cukup kental.
Secara umum diterima bahwa kehamilan menjadi predisposisi pembentukan batu
empedu ( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011 : 98 ).
Perubahan Sistem Pencernaan Yang di Rasakan Ibu
Hamil adalah sebagai berikut.
1.
Trimester I
Pada bulan-bulan pertama
kehamilan, terdapat perasaan enek ( nausea ). Hal ini mungkin dikarenakan kadar
hormon estrogen yang meningkat. Tonus otot-otot traktus digestivus menurun
sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga berkurang. Makanan lebih lama
berada di dalam lambung dan apa yang telah di cernakan lebih lama berada dalam
usus. Hal ini mungkin baik untuk reabsorpsi, tetapi menimbulkan konstipasi yang
memang merupakan salah satu keluhan utama ibu hamil. Tidak jarang di jumpai
adanya gejala muntah ( emesis ) pada bulan-bulan pertama kehamilan. Biasanya
terjadi pada pagi hari, di kenal sebagai morning
sikcness. Apabila emesis terjadi terlalu sering dan terlalu banyak di
keluarkan ( hiperemesis gravidarum ), maka keadaan ini pathologik. Hipersalivasi sering terjadi sebagai
kompensasi dari mual dan muntah yang terjadi. Pada beberapa wanita di temukan
adanya nyidam makanan yang mungkin berkaitan dengan persepsi individu wanita
tersebut mengenai apa yang bisa mengurangi asam mual dan muntah. Kondisi
lainnya adalah Pica (mengidam
) yang sering di kaitkan dengan anemia akibat devisiensi zat besi ataupun
adanya suatu tradisi ( Hanifa Wiknjosastro, 2002 : 97 ).
2.
Trimester II dan III
Biasanya
terjadi konstipasi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat. Selain
itu, perut kembung juga terjadi karena adanya tekanan uterus yang membesar
dalam organ perut yang mendesak organ-organ dalam perut khususnya seluruh
pencernaan, usus besar, kearah atas dan lateral. Wasir ( hemeroid ) cukup
sering terjadi pada kehamilan. Sebagian besar hal ini terjadi akibat konstipasi
dan naiknya tekanan vena-vena di bawah uterus termasuk vena hemoroidal. Panas
perut terjadi karena terjadinya aliran balik asam gastrik ke dalam esofaghus
bagian bawah ( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011 : 98 ).
B. SISTEM PERKEMIHAN
Bila satu organ membesar, maka organ lain akan mengalami tekanan, dan pada
kehamilan tidak jarang terjadi gangguan berkemih pada saat kehamilan. Ibu akan
merasa lebih sering ingin buang air kecil. Pada bulan pertama kehamilan kandung
kemih tertekan oleh uterus yang mulai membesar. Keadaan ini hilang dengan makin tuanya kehamilan
bila uterus gravidus keluar dari rongga panggul. Pada minggu-minggu
pertengahan kehamilan, frekuensi berkemih meningkat. Hal ini umumnya timbul
antara minggu ke- 16 sampai minggu ke- 24 kehamilan. Pada akhir kehamilan,
bila kepala janin mulai turun ke bawah pintu atas panggul, keluhan sering BAK
akan timbul lagi karena kandung kemih mulai tertekan kembali.
Pada kehamilan normal fungsi ginjal
cukup banyak berubah. Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal
meningkat pada awal kehamilan. Ginjal wanita harus mengakomodasi tuntutan
metabolism dan sirkulasi ibu yang meningkat dan juga mengekskresi produk sampah
janin. Ginjal pada saat kehamilan sedikit bertambah besar, panjangnya bertambah
1-1,5 cm. Ginjal berfungsi paling efisien saat wanita berbaring pada posisi
rekumbeng lateral dan paling tidak efisien pada saat posisi telentang. Saat
wanita hamil berbaring telentang, berat uterus akan menekan vena kava dan
aorta, sehingga curah jantung menurun. Akibatnya tekanan darah ibu dan
frekuensi jantung janin menurun, begitu jg dengan volume darah ginjal (jayanti
sukma hapsari muis di 22.48 http://amazingbiges.blogspot.com/2011/05/perubahan-anatomi-dan-adaptasi.html ).
Dalam
kehamilan, ureter kanan dan kiri membesar karena pengaruh progesteron. akan
tetapi, ureter kanan lebih membesar
lebih membesar dari ureter kiri karena
mengalami lebih banyak tekanan perbandingan dengan ureter kiri. Hal ini di
sebabkan karena uterus lebih sering memutar ke arah kanan. Mungkin karena orang
bergerah lebih sering memakai tangan kanannya atau disebabkan oleh letak kolon
dan sigmoid yang berada di belakang kiri uterus. Akibat tekanan pada ureter
kanan tersebut lebih sering dijumpai hidroureter dekstra dan pielitis dekstra.
Di samping sering BAK yang tersebut di atas, terdapat pula poliri. Poliuri
disebabkan oleh adanya peningkatan sirkulasi darah di ginjal pada kehamilan
sehingga filtrasi glomerulus juga meningkat sampai 69 %. Reabsorpsi di tubulus
tidak beruba sehingga lebih banyak dikeluarkan urea dan asam folik dalam
kehamilan ( Hanifa Wiknjosastro, 2002:97 ).
C. SISTEM MUSKULOSKELETAL
Pengaruh dari peningkatan ekstrogen,
progesteron, dan elastin dalam kehamilan menyebabkan kelemahan jaringan ikat
serta ketidakseimbangan persendian.
Akibat dari perubahan fisik selama kehamilan adalah
sebagai berikut :
1.
Peregangan oto-otot
2.
Pelunakan legamen-ligamen
Area
yang paling dipengaruhi oleh perubahan-perubahn tersebut adalah sebagai berikut
:
1.
Tulang belakang ( Curva lumbar yang berlebihan ).
2.
Oto-otot abdominal ( meregang ke atas uterus hamil ).
3.
Oto dasar panggul ( Menahan berat badan dan tekanan uterus ).
Bagi ibu hamil, bagian ini merupakan titik-titik
kelemahan struktural dan bagian bermasalah yang potensial dikarenakan beben
yang menekan kehamilan. Oleh karena itu, masalah postur merupakan hal biasa
dalam kehamilan.
1)
Bertambahnya beban dan perubahan struktur dalam kehamilan mengubah dimensi
tubuh dan pusat gravitasi.
2)
Ibu hamil mempunyai kecenderungan besar dalam membentur benda-benda
( Menghasilkan memar biru ) dan kehilangan keseimbangan ( lalu jatuh )
(
Pusdiknakes, 2003:100 ).
Perubahan Sistem
Muskuloskeletal yang dirasakan Ibu Hamil adalah sebagai berikut.
Trimester I
Pada trimester pertama tidak banyak
perubahan pada muskuloskeletal. Keseimbangan kadar kalsium selama kehamilan
biasanya normal apabila asupan nutrisi khususnya produk susu terpenuhi. Tulang
dan gigi biasanya tidak berubah pada kehamilan yang normal. Selama masa
kehamilan wanita membutuhkan kira-kira 1/3 lebih banyak kalsium dan posfor.
Karies gigi tidak disebabkan oleh dekalasifikasi, sejak kalsium dan gigi
dibentuk. Terdapat bukti bahwa saliva yang sama pada saat hamil membuat
aktifitas penghancur bakteri email yang menyebabkan karies (jayanti
sukma hapsari muis di 22.48 http://amazingbiges.blogspot.com/2011/05/perubahan-anatomi-dan-adaptasi.html ).
Trimester II dan III
Hormon progesteron dan hormon relaksasi
menyebabkan relaksasi jaringan ikat dan otot-otot. Hal ini terjadi maksimal
pada satu minggu terakhir kehamilan. Proses relaksasi ini memberikan kesempatan
pada panggul untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai persiapan proses
persalinan, tulang pubis melunak menyerupai tulang sendi, sambungan sendi
sacrococcigus mengendur membuat tulang
koksigis bergeser ke arah belakang sendi panggul yang tidak stabil. Pada
ibu hamil, hal ini menyebabkan sakit pinggang. Postur tubuh wanita secara
bertahap mengalami perubahan karena janin membesar dalam abdomen sehingga untuk
mengompensasi penambahan berat badan ini, bahu lebih tertarik ke belakang dan
tulang lebih melengkung, sendi tulang belakang lebih lentur, dan dapat
menyebabkan nyeri punggung pada beberapa wanita ( Vivian Nanny & Tri
Sunarsih, 2011 : 103 ).
Lordosis
progresif merupakan gambaran yang khas pada kehamilan normal. Untuk mengompensasi
posisi anterior uterus yang semakin membesar, lordosis menggeser pusat
gravitasi ke belakang pada tungkai bawah. Mobilitas sendi sakroiliaka,
sakrokoksigeal, dan sendi pubis bertambah besar, serta menyebabkan rasa tidak
nyaman di bagian bawah punggung khususnya pada akhir kehamlan. Selama trimester
aknir, rasa pegal, mati rasa, dan lemah di alami oleh anggota badan atas yang
di sebabkan lordosis yang besar dengan fleksi anterior leher dan merosotnya
lingkar bahu sehingga menimbulkan traksi pada nervus ulnaris dan medianus (
Crips dan DeFrancesco, 1964 ). Ligamen rotundum mengalami hipertrofi dan
mendapatkan tekanan dari uterus yang mengakibatkan rasa nyeri pada ligamen
tersebut
( Vivian Nanny & Tri Sunarsih, 2011 :
103-104 ).
Kram otot-otot tungkai dan kaki merupakan masalah umum selama kehamilan. Penyebabnya
tidak diketehui, tetapi berhubungan dengan
metabolisme otot, atau postur yang tidak seimbang (jayanti
sukma hapsari muis di 22.48 http://amazingbiges.blogspot.com/2011/05/perubahan-anatomi-dan-adaptasi.html ).
Wanita muda yang cukup berotot dapat mentoleransi perubahan ini tanpa
keluhan. Akan tetapi wanita yang tua dapat mengalami gangguan punggung atau
nyeri punggung yang cukup berat selama kehamilan (jayanti
sukma hapsari muis di 22.48 http://amazingbiges.blogspot.com/2011/05/perubahan-anatomi-dan-adaptasi.html ).
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Perubahan-perubahan anatomi yang terjadi pada ibu
hamil diantaranya meliputi sistem pencernaan, sistem perkemihan, dan muskuloskeletal
yang berkembang sesuai dengan kondisi janin yang ada di kandungan ibu.
a. Pada sistem pencernaan di awal trimester
timbul gejala morning sickness dan berangsur membaik pada trimester
selanjutnya, bahkan nafsu makan pun meningkat. Mual (nausea) terjadi karena
makanan lebih lama berada di lambung dan dicerna sangat lambat di usus. Terjadi konstipasi karena pengaruh hormone
progesterone yang meningkat. Selain itu perut kembung juga terjadi.
b.
Pada sistem perkemihan pada awal trimester sudah menunjukkan gejala sering
buang air kecil akibat didesak oleh fetus dan berlangsung sampai trimester III.
Perubahan struktur
ginjal merupakan aktifitas hormonal [ estrogen dan progesteron ], tekanan yang
timbul akibat pembesaran uterus, dan peningkatan volume darah.
c.
Pada sistem muskuloskeletal di awal kehamilan, perubahan-perubahannya tidak begitu mencolok, tetapi
seiring dengan bertambahnya umur kehamilan peningkatan berat wanita hamil
menyebabkan postur dan cara berjalan
wanita berubah secara menyolok dan lebih sulit untuk bergerak. Postur
tubuh wanita secara bertahap mengalami perubahan karenan janin membesar dalam
abdomen.
Kadangkala, perubahan-perubahan tersebut membuat
ibu tidak nyaman, tetapi selama perubahan-perubahan tersebut tidak terlalu
mengganggu aktivitas ibu, maka kehamilan tersebut dianggap kehamilan
fisiologis.
Kamis, 28 Maret 2013
Duplikasi SIMPLE
Perasaan cinta menghasilkan pola parasimpatetik yang membuat kita rileks dan tenang......
untung aja uda punya cinta jadi gak bisa lebih rileks dan tenang .... wkwkwkwk
Senin, 21 Januari 2013
itu masalah hati
aku bingung mulai darimana ..... ternyata di dunia ini bener - bener ada yah orang yang gak punya hubungan darah sama sekali tapi punya wajah yang sama....
aku bingung dengan semua ini,, perasaan apa lg ini,, dia benar - benar sama... perasaan apa ini,,,.. apa ini hanya sekedar kagum, atau cuman rasa penasaran... walaupun mereka secara fisik mempunyai kesamaan tapi sifat mereka yang membedakan.,, yang lebih dulu aku kenal hidupnya terlalu abu - abu sifatnya gak akan pernah bisa aku pahami, mungkin dia hanya datang pada saat dia lg kesepian.. sifatnya sangat susah ditebak, tapi justru yg berwarna abu - abu telah memberikan warna dihidupku.. rasa itu muncul tiba-tiba..aku ingin menepis semua itu tp smakin ku tepis smakin aku tersiksa dgn semua ini,, ,,aku mulai menyerah dgn sifatnya,,spertinya aku gak bisa mengimbanginya lg.. tp hati ini selalu bergetar bila ada hal sdikit aja tntang dia.. apa artinya ini?
Dan akhir - akhir ini aku mulai dekat dgn sseorang yg mirip sekali dengannya,, ,dia baik, pengertian. perhatian... sosok yg sangat aku inginkan selama ini,, tapi hati berkata lain .. takku rasakan getaran dlm hatiku ini, mungkin karena dia terlalu putih,, dia terlalu baik, semua orang mungkin ingin mendapatkan pasangan yg terbaik munurut mreka,, tapi aku gak bisa sperti itu semua tergantung oleh kecocokan hati.. mencoba setia bertahan pada pilihan yang pertama... walaupun kamu cuek, broken,nyebelin,susah ditebak tapi aku yakin masih ada sisi baik didiri kamu...
aku bingung dengan semua ini,, perasaan apa lg ini,, dia benar - benar sama... perasaan apa ini,,,.. apa ini hanya sekedar kagum, atau cuman rasa penasaran... walaupun mereka secara fisik mempunyai kesamaan tapi sifat mereka yang membedakan.,, yang lebih dulu aku kenal hidupnya terlalu abu - abu sifatnya gak akan pernah bisa aku pahami, mungkin dia hanya datang pada saat dia lg kesepian.. sifatnya sangat susah ditebak, tapi justru yg berwarna abu - abu telah memberikan warna dihidupku.. rasa itu muncul tiba-tiba..aku ingin menepis semua itu tp smakin ku tepis smakin aku tersiksa dgn semua ini,, ,,aku mulai menyerah dgn sifatnya,,spertinya aku gak bisa mengimbanginya lg.. tp hati ini selalu bergetar bila ada hal sdikit aja tntang dia.. apa artinya ini?
Dan akhir - akhir ini aku mulai dekat dgn sseorang yg mirip sekali dengannya,, ,dia baik, pengertian. perhatian... sosok yg sangat aku inginkan selama ini,, tapi hati berkata lain .. takku rasakan getaran dlm hatiku ini, mungkin karena dia terlalu putih,, dia terlalu baik, semua orang mungkin ingin mendapatkan pasangan yg terbaik munurut mreka,, tapi aku gak bisa sperti itu semua tergantung oleh kecocokan hati.. mencoba setia bertahan pada pilihan yang pertama... walaupun kamu cuek, broken,nyebelin,susah ditebak tapi aku yakin masih ada sisi baik didiri kamu...
Sabtu, 27 Oktober 2012
i love mom
Wanita yang kuat tidak menceritakan masalahnya kepada dunia,tapi wanita yang kuat itu menghadapi masalahnya dengan senyuman..
Cinta seorang ibu berada tepat di bawah cinta Tuhan kepada kita.Ibu tidak pernah lelah untuk menyayangi dan mengasihi kita. Cinta nya lebih mulia daripada cinta seseorang dimanapun di dunia ini. I’m sorry Mom! I never meant to hurt you! I never meant to make you cry." Mothers hold their children’s hands for a short while, but their hearts forever.A Special Woman, Called A Mom It takes someone really brave to be a mother, someone strong to raise a child and someone special to love someone more than herself.
Cinta seorang ibu berada tepat di bawah cinta Tuhan kepada kita.Ibu tidak pernah lelah untuk menyayangi dan mengasihi kita. Cinta nya lebih mulia daripada cinta seseorang dimanapun di dunia ini. I’m sorry Mom! I never meant to hurt you! I never meant to make you cry." Mothers hold their children’s hands for a short while, but their hearts forever.A Special Woman, Called A Mom It takes someone really brave to be a mother, someone strong to raise a child and someone special to love someone more than herself.
Senin, 08 Oktober 2012
cinta hal yg absurd
hari ini aku sadar apa yang dinamakan cinta, cinta itu hal yang absurd..padahal aku sendiri juga masih bingung arti absurd tu apa,,hehe biar sedikit kece aja, awal pdkt kita hanya tau hal2 yg baik dr yang deket sama kita,tapi coba deh kalo udah jadian semuanya sirna sifat2 busuk dari pasangan kita tu bakalan keluar sedikit demi sedikit contohnya ni sifat perhatian yang udah kelewat batas alias protektif, apa yah penyebabnya? apakah dia tu udah mrasa kita miliknya tapi kan selagi kita belum terikat ikatan yg serius, ya kita bebas donk nglakuin hal apa aja yg kita suka.. tapi kadang sifat apa adanya dari pasangan juga ada yg menurut aku bikin ilfil contohnya dia tukang kentut,jarang mandilah n gak pernah gosok gigi !!aigo aigo aigo . emang susah nyari pasangan yg pas.. bukannya kita kaum wanita terlalu pilih2 tapi ya gitu lah pokoknya..
Sabtu, 06 Oktober 2012
Membedakan Ingus Biasa dan Ingus yang Terinfeksi
Ingus yang keluar dari hidung tidak hanya
muncul saat orang pilek. Tapi beberapa kondisi lain seperti alergi atau trauma
juga memicu keluarnya ingus. Ingus bisa dibedakan apakah itu ingus biasa atau
ingus yang mengandung infeksi.
Ingus umumnya dihasilkan oleh lapisan sel
pada saluran sinus. Cairan ini berfungsi untuk menjaga membran nasal (hidung)
tetap lembab, serta berguna untuk melawan infeksi dan iritasi. Ingus yang
muncul tidak hanya disebabkan oleh infeksi. Beberapa kondisi lain juga bisa
memicu timbulnya ingus seperti alergi, trauma (benturan), iritasi atau terpapar
polusi udara, penggunaan obat yang disemprotkan ke hidung atau adanya masalah
pada anatomi bagian hidung.
Dr Jennifer Shu dari Children's Medical
Group mengungkapkan perbedaan ingus biasa dan ingus yang terinfeksi seperti
dikutip dari CNN, Kamis (30/12/2010):
1. Jika ingus yang muncul akibat alergi,
trauma (benturan), iritasi atau terpapar polusi udara, penggunaan obat semprot
atau masalah anatomi hidung, maka tidak mengandung infeksi bakteri, virus atau
mikroorganisme lainnya.
2. Ingus yang muncul tidak berwarna atau
bening adalah bukan jenis ingus infeksi.
3. Jika lendir di hidung berwarna kuning,
hijau atau cokelat, hal ini bisa menjadi tanda adanya infeksi di saluran
pernapasan bagian atas.
4. Debit atau volume ingus yang keluar bisa
menjadi tanda infeksi sinus yang disebabkan oleh bakteri. Kalau jumlahnya
banyak dan sering itu pertanada ada infeksi.
5. Ingus yang mengandung bakteri biasanya
disertai dengan sakit kepala, nyeri di bagian wajah terutama ketika sedang
membungkuk, demam, bau mulut, tidak bisa mencium bau-bauan, gangguan telinga
atau batuk yang terus menerus.
Pada infeksi bakteri umumnya berlangsung
lebih dari 7 hari serta lendir yang keluar lama kelamaan justru memburuk. Jika
disebabkan oleh bakteri, maka dibutuhkan bantuan antibiotik untuk menyembuhkan
tapi tidak untuk infeksi virus.
"Tapi sebagian besar infeksi ini
disebabkan oleh virus flu yang bisa hilang dalam waktu 7-10 hari, atau bisa
juga akibat infeksi bakteri," ujar Dr Jennifer Shu dari Children's Medical
Group.kaki Anda. Rasa Lapar Pun Bisa Menipu
Hak tinggi setiap hari? Waspadalah!
Memakai hak tinggi mungkin terlihat
menarik, tetapi jika dikenakan terus menerus, otot tendon Achilles Anda bisa
memendek, dan jika kondisi ini sudah terjadi, saat Anda melepas sepatu hak
tinggi, maka Anda akan menarik tulang tumit dan menempatkan Anda pada kondisi
yang sangat menyakitkan. Kondisi menyakitkan ini pada akhirnya akan menyebabkan
peradangan pada jaringan yang menjalar ke telapak kaki, menambah masalah pada
bagian berlemak telapak kaki, yang sebenarnya akan berkurang seiring bertambah
usia, sehingga ketika Anda mencoba menggunakan hak tinggi, situasi justru akan
makin parah.
sistem pencernaan
Makalah tentang Sistem
Pencernaan Pada Manusia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah
Topik yang akan kita pelajari dalam modul ini adalah tentang
Sistem pencernaan pada manusia. Modul ini berisikan dua kegiatan belajar.
Kegiatan pertama pembahasan tentang sistem pencernaan pada manusia. Materi yang
akan dibahas dalam kegiatan pertama, adalah mulut, kerongkongan, lambung,Hati,
usus halus, usus besar.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas kami rumuskan item masalah
yang akan dibahas pada penulisan makalah ini, yaitu :
A. definisi system pencernaan dan Organ – organ sistem
pencernaan
B.Anatomi, fungsi fisiologi dan proses penyerapan makanan
dari awal sampai akhir.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Sistem pencernaan
Definisi Sistem
pencernaan (mulai dari mulut sampai anus) berfungsi sebagai berikut:
- menerima makanan
- memecah makanan menjadi zat-zat gizi (suatu proses yang
disebut pencernaan)
- menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah
- membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna dari
tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan,
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus.
Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak
diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
Berdasarkan prosesnya, pencernaan makanan dapat dibedakan
menjadi dua macam seperti berikut.
1. Proses mekanis, yaitu pengunyahan oleh gigi dengan
dibantu
lidah serta peremasan yang terjadi di lambung.
2. Proses kimiawi, yaitu pelarutan dan pemecahan makanan
oleh
enzim-enzim pencernaan dengan mengubah makanan yang ber-
molekul besar menjadi molekul yang berukuran kecil.
Makanan mengalami proses pencernaan sejak makanan berada
di dalam mulut hingga proses pengeluaran sisa-sisa makanan
hasil
pencernaan. Adapun proses pencernaan makanan meliputi
hal-hal
berikut.
1. Ingesti: pemasukan makanan ke dalam tubuh melalui mulut.
2. Mastikasi: proses mengunyah makanan oleh gigi.
3. Deglutisi: proses menelan makanan di kerongkongan.
4. Digesti: pengubahan makanan menjadi molekul yang lebih
sederhana dengan bantuan enzim, terdapat di lambung.
5. Absorpsi: proses penyerapan, terjadi di usus halus.
6. Defekasi: pengeluaran sisa makanan yang sudah tidak
berguna
untuk tubuh melalui anus.
B. Anatomi sistem Pencernaan
1. Mulut
Makanan pertama kali masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Makanan ini mulai dicerna secara mekanis dan kimiawi. Di
dalam
mulut terdapat
beberapa alat yang berperan
dalam proses pencernaan yaitu gigi, lidah, dan kelenjar
ludah
(glandula salivales).
Didalam mulut makanan dikunyah lalu dibentuk bolus-bolus kecil sehingga dapat ditelan. Dalam mengunya diperlukan gigi untuk membuat makan menjadi lebih kecil dan juga air liur untuk mempermudah penelanan. Gigi-gigi atas disarafi oleh Nervus Trigeminus bagian nervus maksilaris. Sedangkan gigi-gigi bawah disarafi oleh Nervus trigeminus bagian Nervus Mandibularis. Gerakan mengunyah juga melibatkan rahang atas dan bawah yang disarafi sama seperti gigi. Rahang atas oleh nervus maksilaris dan rahang bawah oleh nervus mandibularis.
Dimulut juga terjadi gerakan menelan dengan bantuan lidah serta air liur. Air liur yang ada disekresikan oleh saraf otonom yaitu saraf parasimpatis. Sedangkan gerak lidah mendorong lobus sehingga masuk kedalam esofagus dan terjadi proses menelam dihantarkan melalui saraf otak ke V, IX, X, dan XII serta bebeapa nervus servikalis Superior.
MEMBUKA MULUT
1.1 Otot-otot yang
berperan pada saat membuka mulut
Ø M.pterigoideus lateralis
· O: lateral
spenoidalis, lateral pterigoid
· I : kondilus
mandibula, anterior diskus
· N: pterigoid
dari n.mandibula
Ø Kelompok
m.suprahioid ( m.digastrikus, m.mylohyoid, m.geniohyoid, m.stilohyoid)
1.2 Mekanisme membuka
mulut
M.pterygoideus lateralis menarik processus condilaris ke
depan menuju eminentia articularis. Pada saat bersamaan serabut posterior M.
Temporalis harus relaks dan keadaan ini diikuti dengan relaksasi M. Masseter,
serabut anterior M. Temporalis dan M. Pterygoideus Medialis yang berlangsung
cepat dan lancar. Keadaan ini akan memungkinkan mandibula berotasi di sekitar
sumbu horizontal sehingga proseccus condilaris akan bergerak ke depan sedang
angulus mandibula bergerak ke belakang. Dagu akan terdepresi, keadaan ini
dibantu dengan gerak membuka yang kuat oleh M. Digastricus, M. Geniohyoideus,
dan M. Mylohyoideus yang berkontraksi terhadap os. Hyoid.
MENUTUP MULUT
Otot-otot yang
berperan pada saat menutup mulut
M.maseter
· O: arkus
Zigomatikus
· I : angulus
mandibula lateral
· N: n.maseter
dari n.mandibula /n.v
M.temporalis
· O: fosa
temporalis
· I: prossesus
koronoid mandibula
· N: n.mandibula
M.pterigoideus
medialis
· O: medial
pterigoid prossesus piramidal palatina
· I:medial
angulus mandibula
· N: n.pterigoid
medialis dari n.mandibula
2.2 Mekanisme menutup mulut
Otot-otot
penggerak utama dalam proses menutup mulut yaitu M. Masseter, M. Temporalis, M.
Pterygoideus Medialis. Rahang dapat menutup pada berbagai posisi. Mulai dari
menutup pada posisi protusi penuh sampai menutup pada keadaan Processus
Condylaris berada pada posisi paling posterior dalam fossa Mandibula. Pada
posisi protusi memerlukan kontraksi M. Pterygoideus Lateralis yang dibantu M.
Pterygoideus Medialis. Caput Mandibula akan tetap pada posisi ke depan
Eminentia Articularis. Pada gerak menutup retrusi, serabut posterior M.
Temporalis akan bekerjasama dengan M. Masseter untuk mengembalikan Processus
Conylaris ke dalam Fossa Mandibula, sehingga gigi geligi dapat saling kontak
pada oklusi normal.
Pada
gerak menutup Cavum Oris, kekuatan yang dikeluarkan otot penguyahan akan diteruskan
terutama melalui gigi geligi ke rangka wajah bagian atas M. Pterygoideus
Lateralis dan serabut posterior M. Temporalis cenderung menghilangkan tekanan
dari caput mandibula saat otot-otot ini berkontraksi. Keadaan ini berhubungan
dengan fakta bahwa sumbu rotasi mandibula akan melintas di sekitar ramus.

a. Gigi
Pada manusia, gigi berfungsi sebagai alat pencernaan
mekanis. Di sini, gigi membantu memecah makanan menjadi
potongan-potongan yang lebih kecil. Hal ini akan membantu
enzim-enzim pencernaan agar dapat mencerna makanan
lebih efisien dan cepat. Selama pertumbuhan dan per-
kembangan, gigi manusia mengalami perubahan, mulai dari
gigi susu dan gigi tetap (permanen). Gigi pertama pada bayi
dimulai saat usia 6 bulan. Gigi pertama ini disebut gigi
susu
(dens lakteus). Pada anak berusia 6
tahun, gigi berjumlah 20, dengan susunan sebagai berikut.
1) Gigi seri (dens insisivus), berjumlah 8 buah, berfungsi
memotong makanan.
2) Gigi taring (dens caninus), berjumlah 4 buah, berfungsi
merobek makanan.
3) Gigi geraham kecil (dens premolare), berjumlah 8 buah,
berfungsi mengunyah makanan.
Struktur luar gigi terdiri
atas bagian-bagian berikut.
1) Mahkota gigi (corona) merupakan bagian yang tampak
dari luar.
2) Akar gigi (radix) merupakan bagian gigi yang tertanam
di dalam rahang.
3) Leher gigi (colum) merupakan bagian yang terlindung
oleh gusi.
Adapun penampang gigi dapat diperlihatkan bagian-
bagiannya sebagai berikut.
1) Email (glazur atau enamel) merupakan bagian terluar
gigi. Email merupakan struktur terkeras dari tubuh,
mengandung 97% kalsium dan 3% bahan organik.
2) Tulang gigi (dentin), berada di sebelah dalam email,
tersusun atas zat dentin.
3) Sumsum gigi (pulpa), merupakan bagian yang paling
dalam. Di pulpa terdapat kapiler, arteri, vena, dan saraf.
4) Semen merupakan pelapis bagian dentin yang masuk
ke rahang.

b. Lidah
Lidah dalam sistem pencernaan berfungsi untuk mem-
bantu mencampur dan menelan makanan, mempertahankan
makanan agar berada di antara gigi-gigi atas dan bawah
saat makanan dikunyah serta sebagai alat perasa makanan.
Lidah dapat berfungsi sebagai alat perasa makanan karena
mengandung banyak reseptor pengecap atau perasa. Lidah
tersusun atas otot lurik dan permukaannya dilapisi dengan
lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir
(mukosa).
Otot-otot lidah
Otot-otot lidah terdiri dari 2 yaitu
1. Otot-otot intrinsik lidah
a. Muskulus genioglossus
Berfungsi menarik lidah ke depan dan menjulurkan ujung lidah
ke sisi yang berlawanan. Bila kedua otot berkontraksi bersama, lidah akan
menjulur bersama. Otot ini juga mendepresi lidah
b. Muskulus styloglossus
Berfungsi menarik lidah ke atas dan ke belakang
c. Muskulus palatoglossus
Berfungsi menarik radix linguae ke atas dan ke belakang
d. Muskulus hyoglossus
Berfungsi untuk depresi lidah
2. Otot-otot ekstrinsik lidah
Otot-otot ekstrinsik lidah terdiri dari muskulus vertikal,
musculus transversal, dan muskulus longitudinal superior dan inferior.
PERSARAFAN dan Vaskularisasi pada otot Mastikatori :
1. M. Maseter
Inervasi oleh N. V (Trigeminus)
Vaskularisasi oleh
2. M. Pterigoideus lateralis
Inervasi oleh N. V (Trigeminus)
Vaskularisasi oleh
3. M. Pterigoideus medialis
Inervasi oleh N. V (Trigeminus)
Vaskularissasi oleh
4. M. Temporalis
Inervasi oleh N. V (Trigeminus),N. auriculotemporalis
Vaskularisasi oleh
PERSARAFAN PADA LIDAH
Persarafan pada lidah dibagi atas 2 bagian yaitu :
1. Persarafan motoris.
Vaskularisasi
Arteriae :
Cabang-cabang dari A.
Gastrica sinistra
Venae :
Dialirkan ke V.
Gastrica sinistra, cabang V. Porta
2. Persarafan sensoris.
Ad. 1. Persarafan Motoris
Semua otot-otot pada lidah baik yang instrinsik maupun
ekstrinsik di sarafin oleh nervus hypoglossus(n. Cranialis XIII), kecuali M.
Palatoglossud yang disarafi oleh nervus cranialis X.
Ad. 2. Persarafan Sensoris
Dua pertiga bagian anterior lidah disarafi oleh n. limgualis
(cabang n. mandibulasir) untuk sensasi umum, dan chorda tympani (cabang n.
facialis yang menuju ke lidah) untuk gustasi (pengecap).
Dua pertiga bagian posterior lidah dan papillae valkatae
disarafi oleh r. Lingualis n. glossopharyngeus untuk sensasi umum dan gustasi
saraf lainnya yang ikut mensarafi lidah datang dari r. lingualis n. ficialis
(gustasi) dan dekat epiglottis dari r. laryngeus internus n. vagus (sensasi
umum dan gutasi).
VASKULARISASI PADA LIDAH
Arteria utama ke lidah ialah a. lingualis cabang a. carotis
externa. Cabang-cabang yang mensuplai lidah terutama rr. Dorsale linguae
(menuju ke pars pharyngealis) dan a. profunda linguae.
Darah dari lidah dialirkan oleh (1) vv. lingualis sebagai
vv. comintates untuk a. lingualis dan menerima beberapa vv. dorsale linguae:
(2) v. profunda linguae, yang berjalan ke belakang disebelah menyilangi
permukaan lateral m. hyglossus bersatu dengan v. sublingualis membentuk v.comunitants
n.hypoglossi, yang terakhir ini berakhir v.facialis, v.lingualis atau v. juga
laris internal.
c. Kelenjar ludah
Terdapat tiga pasang kelenjar ludah di dalam rongga mulut,
yaitu glandula parotis, glandula submaksilaris, dan glandula
sublingualis atau glandula submandibularis. Amati gambar 6.4
agar Anda mengenali letak ketiga kelenjar ludah tersebut.
Air ludah berperan penting dalam proses perubahan zat
makanan secara kimiawi yang terjadi di dalam mulut. Setelah
makanan dilumatkan secara mekanis oleh gigi, air ludah ber-
peran secara kimiawi dalam proses membasahi dan mem-
buat makanan menjadi lembek agar mudah ditelan. Ludah
terdiri atas air (99%) dan enzim amilase. Enzim ini meng-
uraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana
(glukosa dan maltosa). Makanan yang telah dilumatkan
dengan dikunyah dan dilunakkan di dalam mulut oleh air liur
disebut bolus. Bolus ini diteruskan ke sistem pencernaan Kelenjar
Parotis
Kelenjar parotis adalah kelenjar-liur yang terbesar. Ia
dikelilingi oleh ramus mandibula dan menyekresikan air liur melalui Duktus
Stensen menuju kavum oral untuk membantu mengunyah dan menelan.
[sunting]
Kelenjar Submandibula
Kelenjar Submandibula adalah sepasang kelenjar yang terletak
di rahang bawah, di atas otot digatrik. Produksi sekresinya adalah campuran
serous dan mukous dan masuk ke mulut melalui duktus Wharton. Walaupun lebih
kecil daripada kelenjar parotis, sekitar 70% saliva di kavum oral diproduksi
oleh kelenjar ini.
[sunting]
Kelenjar Sublingua
Kelenjar Sublingua adalah sepasang kelenjar yang terletak di
bawah lidah di dekat kelenjar submandibula. Sekitar 5% air liur yang masuk ke
kavum oral keluar dari kelenjar ini.
[sunting]
Kelenjar Liur Minor
Terdapat lebih dari 600 kelenjar liur minor yang terletak di
kacum oral di dalam lamina propria mukosa oral. Diameternya 1-2mm. Kelenjar ini
biasanya merupakan sejumlah asinus yang terhubung dalam lobulus kecil. Kelenjar
liur minor mungkin mempunyai saluran ekskresi bersama dengan kelenjar minor
yang lain, atau mungkin juga mempunyai saluran sendiri. Secara alami, sekresi
utamanya adalah mukous (kecuali Kelenjar Von Ebner) dan mempunyai banyak
fungsi, seperti membasahi kavum oral dengan saliva. Masalah gigi biasanya
berhubungan dengan kelenjar liur minor.[1]
Kelenjar Von Ebner terletak di papilla sirkumvalata lidah.
Kelenjar ini mensekresikan cairan serous yang memulai hidrolisis lipid.
Kelenjar ini adalah komponen esensial indra perasa.

2. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan merupakan saluran panjang (± 25 cm) yang
tipis sebagai jalan bolus dari mulut menuju ke lambung.
Fungsi
kerongkongan ini sebagai jalan bolus dari mulut menuju
lambung.
Bagian dalam kerongkongan senantiasa basah oleh cairan
yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat pada
dinding
kerongkongan untuk menjaga agar bolus menjadi basah dan
licin.
Keadaan ini akan mempermudah bolus bergerak melalui
kerongkongan menuju ke lambung. Bergeraknya bolus dari mulut
ke lambung melalui kerongkongan disebabkan adanya gerak
peristaltik pada otot dinding kerongkongan. Didalam esophagus makanan yang bebentuk bolus tidak dicerna baik secara
kimiawi maupun mekanik. Didalam esophagus hanya terjadi gerakan peristaltic
untuk mendorong makanan sampai ke lambung. Gerakan peristaltic ini disarafi
oleh nervus Vagus.
Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot
Gerak peristaltik dapat terjadi karena adanya kontraksi otot
secara bergantian pada lapisan otot yang tersusun secara me-
manjang dan melingkar. Proses gerak bolus di dalam
kerongkongan
menuju lambung
Sebelum seseorang mulai makan, bagian belakang mulut (atas)
terbuka sebagai jalannya udara dari hidung. Di kerongkongan,
epiglotis yang seperti gelambir mengendur sehingga udara
masuk
ke paru-paru. Ketika makan, makanan dikunyah dan ditelan
masuk
ke dalam kerongkongan. Sewaktu makanan bergerak menuju
kerongkongan, langit-langit lunak beserta jaringan mirip
gelambir
di bagian belakang mulut (uvula) terangkat ke atas dan
menutup
saluran hidung. Sementara itu, sewaktu makanan bergerak ke
arah
tutup trakea, epiglotis akan menutup sehingga makanan tidak
masuk
trakea dan paru-paru tetapi makanan tetap masuk ke
kerongkongan.

Arteriae :
Cabang-cabang dari A. Gastrica
sinistra
Venae :
Dialirkan ke V. Gastrica sinistra,
cabang V. Porta
3. Lambung
Lambung merupakan saluran pencernaan yang berbentuk
seperti kantung, terletak di bawah sekat rongga badan.
Dengan
mengamati Gambar 6.5, Anda dapat mengetahui bahwa lambung
terdiri atas tiga bagian sebagai berikut.
a. Bagian atas disebut kardiak, merupakan bagian yang ber-
batasan dengan esofagus.
b. Bagian tengah disebut fundus, merupakan bagian badan
atau tengah lambung.
c. Bagian bawah disebut pilorus, yang berbatasan dengan
usus halus.
Daerah perbatasan antara lambung dan kerongkongan ter-
dapat otot sfinkter kardiak yang secara refleks akan terbuka
bila
ada bolus masuk. Sementara itu, di bagian pilorus terdapat
otot
yang disebut sfinkter pilorus. Otot-otot lambung ini dapat
ber-
kontraksi seperti halnya otot-otot kerongkongan. Apabila
otot-
otot ini berkontraksi, otot-otot tersebut menekan, meremas,
dan
mencampur bolus-bolus tersebut menjadi kimus (chyme).
Sementara itu, pencernaan secara kimiawi dibantu oleh
getah lambung. Getah ini dihasilkan oleh kelenjar yang
terletak
pada dinding lambung di bawah fundus, sedangkan bagian dalam
dinding lambung menghasilkan lendir yang berfungsi melindungi
dinding lambung dari abrasi asam lambung, dan dapat
beregenerasi
bila cidera. Getah lambung ini dapat dihasilkan akibat
rangsangan
bolus saat masuk ke lambung. Getah lambung mengandung
bermacam-macam zat kimia, yang sebagian besar terdiri atas
air. Getah lambung juga mengandung HCl/asam lambung dan
enzim-enzim pencernaan seperti renin, pepsinogen, dan
lipase.
Asam lambung memiliki beberapa fungsi berikut.
a. Mengaktifkan beberapa enzim yang terdapat dalam getah
lambung, misalnya pepsinogen diubah menjadi pepsin. Enzim
ini aktif memecah protein dalam bolus menjadi proteosa dan
pepton yang mempunyai ukuran molekul lebih kecil.
b. Menetralkan sifat alkali bolus yang datang dari rongga
mulut.
c. Mengubah kelarutan garam mineral.
d. Mengasamkan lambung (pH turun 1–3), sehingga dapat
membunuh kuman yang ikut masuk ke lambung bersama
bolus.
e. Mengatur membuka dan menutupnya katup antara lambung
dan usus dua belas jari.
f. Merangsang sekresi getah usus.
Enzim renin dalam getah lambung berfungsi mengendapkan
kasein atau protein susu dari air susu. Lambung dalam
suasana
asam dapat merangsang pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin
ini berfungsi memecah molekul-molekul protein menjadi
molekul-
molekul peptida. Sementara itu, lipase berfungsi mengubah
lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Selanjutnya, kimus akan masuk ke usus halus melalui suatu
sfinkter pilorus yang berukuran kecil. Apabila otot-otot ini
berkontraksi, maka kimus didorong masuk ke usus halus
sedikit
demi sedikit.
Didalam lambung makanan yang berbentuk bolus di cerna
secara kimiawi. Dengan sekresi kelenjar-kelenjar di sistem pencernaan untuk
membantu kerja lambung dalam mencerna makanan. Sekresi itu diatur oleh saraf
otonom yaitu saraf parasimpatik. Didalam usus juga terjadi gerakan peristaltic
yang juga diatur oleh saraf otonom, yaitu saraf parasimpatik. Nervus vagus juga
ikut mempersarafi kegiatan (kerja) lambung. Selain saraf parasimpatis saraf
simpatik juga mempersarafi lambung yaitu bagian fleksus simpatis dengan serabut
bernama fleksus seliaka.
macam kelenjar
pada mukosa lambung yakni gl. cardiacae : lender,gl. gastricae : pepsin &
HCl, dan gl. pyloricae : pepsin- tunica submucosa merupakan jaringan ikat yang
kuat- tunica muscularis :obliquus (lapisan paling dalam), circularis (merupakan
lanjutan ototsirkuler oesophabus yang melapisi corpus dan
pilorus),,longitudinal (merupakan lapisanterluar sepanjang kedua curvatura.-
tunica serosa: melapisi seluruh permukaan luar lambung sehingga lambung
terletak intraperitoneal.Pendarahan:Arteri : A. gastrica sinistra, A.
gastrica dextra, A. gastroepiploica dextra, A. gastroepiploicasinistra, A.
gastrica brevis.
Vena:
Vgastrica brevis
V lienalis,
V gastroepiploica
sinistra,
Vgastroepiploica
dextra,
V gastrica
sinistra,
Vgastrica
dextraPersarafan: parasimpatis : N. X kanan ( posterior ), N. X ki. (anterior),
simpatis:serabut.preganglionic (N.splanchnicus Thoracalis), serabut.post
ganglionic (ggl.plexusceliacus)
Vaskularisasi arteria berasal dari
axis coeliaca, sedangkan aliran vena menuju ke sistem portal
Inervasi :
Truncus
vagal anterior & posterior berasal dari plexus oesophagus & memasuki
abdomen mll hiatus oesophagus.
cabang
hepatica dr N. vagus anterior ® hepar
cabang
coeliaca dr N. vagus posterior ® ganglion coeliaca ® mempersarafi
usus sampai colon transversum distal
Batas-batas
Lambung
b.
Vaskularisasi Lambung
1.
Pembuluh
ArteriA.gastrica sinistra
, berasal dari
A.coelica. Ia berjalan ke atasdan kiri untuk mencapai oesophagus dan kemudian
berjalan turunsepanjang curvatura minor lambung. Ia memperdarahi sepertiga
bawahoesophagus dan bagian kanan atas
lambung.
A.gastrica dextra
, berasal A.hepatica
pada pinggir atas pylorusdan berjalan ke kiri sepanjang curvatura minor. Ia
memperdarahi bagiankanan bawah lambung.
A.gastrica brevis
, berasal dari A.lienalis
pada hillus limfa danberjalan ke depan dalam ligamentum gastrolienalis untuk
memperdarahifundus.
A.gastroepiploica
sinistra
, berasal dari
A.lienalis pada hilluslimfa dan berjalan ke depan dalam ligamentum
gastrolienalis untuk memperdarahi lambung sepanjang bagian atas curvatura
major.

5. Hati
Hati merupakan kelenjar pencernaan terbesar dalam tubuh
yang beratnya ± 2 kg. Dalam sistem pencernaan, hati
berfungsi sebagai pembentuk empedu, tempat penimbunan
zat-zat makanan dari darah dan penyerapan unsur besi dari
darah yang telah rusak. Selain itu, hati juga berfungsi
membentuk darah pada janin atau pada keadaan darurat,
pembentukan fibrinogen dan heparin untuk disalurkan ke
peredaran darah serta pengaturan suhu tubuh.
Empedu mengalir dari hati melalui saluran empedu dan
masuk ke usus halus. Dalam proses pencernaan ini, empedu
berperan dalam proses pencernaan lemak, yaitu sebelum
lemak dicernakan, lemak harus bereaksi dengan empedu
terlebih dahulu. Selain itu, cairan empedu berfungsi
menetralkan asam klorida dalam kimus, menghentikan
aktivitas pepsin pada protein, dan merangsang gerak
peristaltik usus.
a. Cairan Empedu
Cairan empedu berwarna kuning kehijauan, 86% berupa
air, dan tidak mengandung enzim. Akan tetapi, mengandung
mucin dan garam empedu yang berperan dalam pencernaan
makanan. Cairan empedu tersusun atas bahan-bahan
berikut.
1) Air, berguna sebagai pelarut utama.
2) Mucin, berguna untuk membasahi dan melicinkan
duodenum agar tidak terjadi iritasi pada dinding usus.
3) Garam empedu, mengandung natrium karbonat yang
mengakibatkan empedu bersifat alkali. Garam empedu
juga berfungsi menurunkan tegangan permukaan lemak
dan air (mengemulsikan lemak).
Cairan ini dihasilkan oleh hati.
b. Getah Pankreas
Getah pankreas dihasilkan di dalam organ pankreas.
Pankreas ini berperan sebagai kelenjar eksokrin yang
menghasilkan getah pankreas ke dalam saluran pencernaan
dan sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon
insulin. Hormon ini dikeluarkan oleh sel-sel berbentuk
pulau-
pulau yang disebut pulau-pulau langerhans. Insulin ini
berfungsi menjaga gula darah agar tetap normal dan
mencegah diabetes melitus.
Getah pankreas ini dari pankreas mengalir melalui
saluran pankreas masuk ke usus halus. Dalam pankreas
terdapat tiga macam enzim, yaitu lipase yang membantu dalam
pemecahan lemak, tripsin membantu dalam pemecahan pro-
tein, dan amilase membantu dalam pemecahan pati.
c. Getah Usus
Pada dinding usus halus banyak terdapat kelenjar yang
mampu menghasilkan getah usus. Getah usus mengandung
enzim-enzim seperti berikut.
1) Sukrase, berfungsi membantu mempercepat proses pe-
mecahan sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
2) Maltase, berfungsi membantu mempercepat proses
pemecahan maltosa menjadi dua molekul glukosa.
3) Laktase, berfungsi membantu mempercepat proses
pemecahan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
4) Enzim peptidase, berfungsi membantu mempercepat
proses pemecahan peptida menjadi asam amino.
Monosakarida, asam amino, asam lemak, dan gliserol
hasil pencernaan terakhir di usus halus mulai diabsorpsi
atau
diserap melalui dinding usus halus terutama di bagian
jejunum dan ileum. Selain itu vitamin dan mineral juga
diserap. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak,
penyerapannya bersama dengan pelarutnya, sedangkan
vitamin yang larut dalam air penyerapannya dilakukan oleh
jonjot usus.
Penyerapan mineral sangat beragam berkaitan dengan
sifat kimia tiap-tiap mineral dan perbedaan struktur bagian-
bagian usus. Sepanjang usus halus sangat efisien dalam
penyerapan Na+, tetapi tidak untuk Cl
–, HCO3
–, dan ion-ion
bivalen. Ion K+
penyerapannya terbatas di jejunum.
Penyerapan Fe++ terjadi di duodenum dan jejunum.
Proses penyerapan di usus halus ini dilakukan oleh villi
(jonjot-jonjot usus). Di dalam villi ini terdapat pembuluh
darah,
pembuluh kil (limfa), dan sel goblet. Di sini asam amino dan
glukosa diserap dan diangkut oleh darah menuju hati melalui
sistem vena porta hepatikus, sedangkan asam lemak
bereaksi terlebih dahulu dengan garam empedu membentuk
emulsi lemak. Emulsi lemak bersama gliserol diserap ke
dalam villi. Selanjutnya di dalam villi, asam lemak
dilepaskan,
kemudian asam lemak mengikat gliserin dan membentuk
lemak kembali. Lemak yang terbentuk masuk ke tengah villi,
yaitu ke dalam pembuluh kil (limfa).
Melalui pembuluh kil, emulsi lemak menuju vena sedang-
kan garam empedu masuk ke dalam darah menuju hati dan
dibentuk lagi menjadi empedu. Bahan-bahan yang tidak dapat
diserap di usus halus akan didorong menuju usus besar
(kolon).
Tabel 6.3 Enzim dan Peranannya dalam Pencernaan Makanan
|
No.
|
Nama Enzim
|
Dihasilkan
oleh
|
Organ
Tempat Enzim Bekerja
|
Fungsi
|
|
1
|
Amilase (ptialin)
|
Kelenjar ludah
|
Mulut
|
Amilum → maltosa
|
|
2
|
Pepsin
|
Lambung
|
Lambung
|
Protein → polipeptida
|
|
3
|
Lipase
|
Pankreas
|
Usus halus
|
Lemak → gliserol dan asam lemak
|
|
4
|
Amilase pankreas
|
Pankreas
|
Usus halus
|
Amilum → maltosa
|
|
5
|
Tripsin
|
Pankreas
|
Usus halus
|
Protein → polipeptida
|
|
6
|
Kemotripsin
|
Pankreas
|
Usus halus
|
Protein → polipeptida
|
|
7
|
Karboksipeptidase
|
Pankreas
|
Usus halus
|
Polipeptida → asam amino
|
|
8
|
Laktase
|
Usus halus
|
Usus halus
|
Laktosa → glukosa dan galaktosa
|
|
9
|
Sukrase
|
Usus halus
|
Usus halus
|
Sukrosa → glukosa dan fruktosa
|
|
10
|
Aminopeptidase
|
Usus halus
|
Usus halus
|
Polipeptida → asam amino
|
|
11
|
Maltase
|
Usus halus
|
Usus halus
|
Maltosa → glukosa
|
Vaskularisasi
Aliran darah ginjal berasal dari arteri renalis yang merupakan cabang langsung dari aorta abdominalis, sedangkan yang mengalirkan darah balik adalah vena renalis yang merupakan cabang vena kava inferior. Sistem arteri ginjal adalah tidak ada anastomosis ke cabang arteri lain
4. Usus halus
Usus halus merupakan saluran berkelok-kelok yang
panjangnya sekitar 6–8 meter, lebar 25 mm dengan banyak
lipatan yang disebut vili atau jonjot-jonjot usus. Vili ini
berfungsi
memperluas permukaan usus halus yang berpengaruh terhadap
proses penyerapan makanan. Lakukan eksperimen berikut untuk
mengetahui pengaruh lipatan terhadap proses penyerapan.
Usus halus terbagi menjadi tiga bagian seperti berikut:
a. duodenum (usus 12 jari), panjangnya ± 25 cm,
Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian
dari usus halus yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus
kosong (jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari
usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.
Usus dua belas jari merupakan organ
retroperitoneal, yang tidak terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH
usus dua belas jari yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua
belas jari terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu.
Nama duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti dua
belas jari.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua
belas jari (duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan
masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di
cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada
lambung untuk berhenti mengalirkan makanan.
b. jejunum (usus kosong), panjangnya ± 7 m,
Usus kosong atau jejunum (terkadang sering
ditulis yeyunum) adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas
jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang
seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus
kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh dengan mesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran
mukus dan terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus.
Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni
berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan dengan usus
penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk
membedakan usus kosong dan usus penyerapan secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang
berarti “lapar” dalam bahasa Inggris modern. Arti aslinya berasal dari bahasa
Laton, jejunus, yang berarti “kosong”.
c. ileum (usus penyerapan), panjangnya ± 1 m.
Usus penyerapan atau ileum adalah bagian
terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki
panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan
dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau
sedikit basa) dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.
d.usus buntu
Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus,
“buta”) dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus
penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan
pada mamalia, burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora
memiliki sekum yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang
kecil, yang sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.
Kimus yang berasal dari lambung mengandung molekul-
molekul pati yang telah dicernakan di mulut dan lambung,
molekul-molekul protein yang telah dicernakan di lambung,
molekul-molekul lemak yang belum dicernakan serta zat-zat
lain.
Selama di usus halus, semua molekul pati dicernakan lebih
sempurna menjadi molekul-molekul glukosa. Sementara itu
molekul-molekul protein dicerna menjadi molekul-molekul asam
amino, dan semua molekul lemak dicerna menjadi molekul
gliserol dan asam lemak.
Pencernaan makanan yang terjadi di usus halus lebih banyak
bersifat kimiawi. Berbagai macam enzim diperlukan untuk
membantu proses pencernaan kimiawi ini.
Hati, pankreas, dan kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam
dinding usus halus mampu menghasilkan getah pencernaan.
Getah ini bercampur dengan kimus di dalam usus halus. Getah
pencernaan yang berperan di usus halus ini berupa cairan
empedu, getah pankreas, dan getah usus.
memperdarahi
:duodenum.bagian distal
Vena: mengikuti
arteri mengalirkan darah ke dalam
Vporta, sebagian
tidak langsung melalui
Vmesenterica
superior dan v. lienalis2. Usus Kosong (jejenum)
Usus kosong atau
jejunumadalah bagian kedua dari usus
halus, di antara usus duabelas jari (duodenum) dan usus penyerapan (ileum).
Pada manusia dewasa, panjang
6.. Usus besar
Anatomi Usus Besar
Usus besar merupakan tabung muscular berongga dengan panjang
sekitar 5 kaki (sekitar 1,5 m) yang terbentang dari sekum sampai kanalis ani.
Diameter usus besar lebih besar daripada usus kecil. Rata-rata sekitar 2,5
inchi (sekitar 6,5 cm), tetapi makin dekat anus diameternya makin kecil.5
Usus besar dibagi menjadi sekum, kolon, dan rektum. Pada
sekum terdapat katup ileosekal dan apendiks yang melekat pada ujung sekum.
Sekum menempati sekitar dua atau tiga inci pertama dari usus besar. Katup
ileosekal mengontrol aliran kimus dari ileum ke sekum. Kolon dibagi lagi
menjadi kolon ascendens, transversum, descendens, dan sigmoid. Tempat dimana
kolon membentuk kelokan tajam yaitu pada abdomen kanan dan kiri atas
berturut-turut dinamakan fleksura hepatika dan fleksura lienalis. Kolon sigmoid
mulai setinggi krista iliaka dan berbentuk suatu lekukan berbentuk S. Lekukan
bagian bawah membelok ke kiri waktu kolon sigmoid bersatu dengan rektum. Rektum
terbebtang dari kolon sigmoid sampai dengan anus. Satu inci terakhir dari
rektum terdapat kanalis ani yang dilindungi oleh sfingter ani eksternus dan
internus. Panjang rektum sampai kanalis ani adalah 5,9 inci.5
Dinding kolon terdiri dari empat lapisan yaitu tunika
serosa, muskularis, tela submukosa, dan tunika mukosa akan tetapi usus besar
mempunyai gambaran-gambaran yang khas berupa: lapisan otot longitudinal usus
besar tidak sempurna tetapi terkumpul dalam tiga pita yang disebut taenia koli
yang bersatu pada sigmoid distal. Panjang taenia lebih pendek daripada usus
sehingga usus tertarik dan berkerut membentuk kantong-kantong kecil yang
disebut haustra. Pada taenia melekat kantong-kantong kecil peritoneum yang
berisi lemak yang disebut apendices epiploika. Lapisan mukosa usus besar lebih
tebal dengan kriptus lieberkuhn terletak lebih dalam serta mempunyai sel goblet
lebih banyak daripada usus halus.
Vaskularisasi usus besar diatur oleh arteri mesenterika
superior dan inferior. Arteri mesenterika superior memvaskularisasi kolon
bagian kanan (mulai dari sekum sampai dua pertiga proksimal kolon transversum).
Arteri mesenterika superior mempunyai tiga cabang utama yaitu arteri
ileokolika, arteri kolika dekstra, dan arteri kolika media. Sedangkan arteri
mesenterika inferior memvaskularisasi kolon bagian kiri (mulai dari sepertiga
distal kolon transversum sampai rektum bagian proksimal). Arteri mesenterika
inferior mempunyai tiga cabang yaitu arteri kolika sinistra, arteri hemorroidalis
superior, dan arteri sigmoidea. Vaskularisasi tambahan daerah rektum diatur
oleh arteria sakralis media dan arteria hemorroidalis inferior dan media.
Aliran balik vena dari kolon dan rektum superior melalui vena mesenterika
superior dan inferior serta vena hemorroidalis superior, yaitu bagian dari
sistem portal yang mengalirkan darah ke hati. Vena hemorroidalis media dan
inferior mengalirkan darah ke vena iliaka dan merupakan bagian dari sirkulasi
sistemik. Ada anastomosis antara vena hemorroidalis superior, media, dan
inferior sehingga peningkatan tekanan portal dapat mengakibatkan aliran balik
ke dalam vena-vena ini dan mengakibatkan hemorroid.
Aliran pembuluh limfe kolon mengikuti arteria regional ke
limfenodi preaorta pada pangkal arteri mesenterika superior dan inferior.
Aliran balik pembuluh limfe melalui sistrna kili yang bermuara ke dalam sistem
vena pada sambungan vena subklavia dan jugularis sinistra. Hal ini menyebabkan
metastase karsinoma gastrointestinal bisa ada dalam kelenjar limfe leher
(kelenjar limfe virchow). Aliran balik pembuluh limfe rektum mengikuti aliran
pembuluh darah hemorroidalis superior dan pembuluh limfe kanalis ani menyebar
ke nodi limfatisi iliaka interna, sedangkan aliran balik pembuluh limfe anus
dan kulit perineum mengikuti aliran limfe inguinalis superficialis.6
Inervasi usus besar dilakukan oleh sistem saraf otonom
kecuali sfingter eksternus yang diatur secara voluntar. Serabut parasimpatis
berjalan melalui saraf vagus ke bagian tengah kolon transversum, dan saraf
pelvikus yang berasal dari daerah sakral mensuplai bagian distal. Serabut
simpatis yang berjalan dari pars torasika dan lumbalis medula spinalis melalui
rantai simpatis ke ganglia simpatis preortika. Disana bersinaps dengan post
ganglion yang mengikuti aliran arteri utama dan berakhir pada pleksus
mienterikus (Aurbach) dan submukosa (meissner).6 Perangsangan simpatis
menyebabkan penghambatan sekresi dan kontraksi, serta perangsangan sfingter
rektum, sedangkan saraf parasimpatis mempunyai efek yang berlawanan. Kendali
usus yang paling penting adalah aktivitas refleks lokal yang diperantarai oleh
pleksus nervosus intramural (Meissner dan Aurbach) dan interkoneksinya. Jadi
pasien dengan kerusakan medula spinalis maka fungsi ususnya tetap normal,
sedangkan pasien dengan penyakit hirschsprung akan mempunyai fungsi usus yang
abnormal karena pada penyakit ini terjadi keabsenan pleksus aurbach dan
meissner.
II.2. Fisiologi Usus Besar
Fungsi usus besar yang utama adalah absorbsi air dan
elektrolit. Setiap hari kolon mengabsorbsi ±600 ml air. Kapasitas absorbsi usus
besar adalah sekitar 2000 ml / hari, jika kapasitas ini terlampaui maka akan
terjadi diare. Berat akhir feses normal yang dikeluarkan sekitar 200 gr dengan
komposisi terdiri dari 75% berupa air dan sisanya berupa residu makanan yng
tidak diabsorbsi, bakteri, sel epitel yang mengelupas dan mineral yang tidak
diabsorbsi.
Proses pencernaan makanan yang terjadi di usus besar
dilakukan dengan bantuan bakteri di usus besar. Bakteri ini berfungsi
mensintesis vit. K dan beberapa vit. B dan membantu pembusukan beberapa zat
makanan seperti protein dan karbohidrat, serta membentuk berbagai gas yang
dapat membantu pembentukkan flatus di kolon. Gas-gas tersebut adalah NH3, CO2,
H2, H2S, dan CH4. Beberapa gas ini dikeluarkan dalam feses dan sisanya
diabsorbsi dan diangkut ke hati untuk diubah menjadi senyawa kurang toksik dan
diekskresikan melalui saluran kemih.
Pencernaan makanan di usus besar berlangsung karena adanya
gerakan peristaltic yang propulsif. Ada dua jenis gerakan peristaltik yang
propulsif yaitu: pertama adalah kontraksi lamban dan tidak teratur yang berasal
dari segmen proksimal dan bergerak ke depan menghambat beberapa haustra. Kedua
adalah gerakan peristaltik massa yaitu kontraksi yang melibatkan segmen kolon.
Gerakan ini mengerakkan massa ke depan yang akhirnya merangsang defekasi
Adanya gerakan propulsi feses ke rektum mengakibatkan
distensi dinding rektum dan merangsang refleks defekasi. Defekasi dikendalikan
oleh sfingter ani eksterna dan interna. Sfingter ani eksterna bersifat voluntar
sedangkan sfingter ani interna dikendalikan sistem saraf otonom. Saat rektum
yang mengalami distensi berkontraksi, otot levator ani relaksasi sehingga
menyebabkan sudut dan anulus anorektal menghilang. Otot-otot sfingter ani
eksterna dan interna relaksasi waktu anus tertarik ke atas melebihi tinggi
massa feses. Defekasi dapat dipercepat dengan adanya peningkatan tekanan
intraabdomen. Defekasi juga dapat dihambat oleh kontraksi voluntar otot
sfingter eksterna dan levator ani. Dinding rektum secara betahap akan relaks
dan keinginan defekasi menghilang.

Umbai cacing atau apendiks adalah organ
tambahan pada usus buntu. Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau
radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah
dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi rongga
abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam
bahasa Inggris, vermiform appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu
tabung yang menyambung dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap
embrio. Dalam orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa
bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi
ujung umbai cacing bisa berbeda – bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis)
yang jelas tetap terletak di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna
dan organ vestigial (sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa apendiks
mempunyai fungsi dalam sistem limfatik.
Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai
appendektomi.
7. Rektum dan anus


Rektum (Bahasa Latin: regere, “meluruskan,
mengatur”) adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah
kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan
sementara feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat
yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon desendens penuh dan
tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul keinginan untuk buang air besar (BAB).
Mengembangnya dinding rektum karena penumpukan material di dalam rektum akan
memicu sistem saraf yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika
defekasi tidak terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar,
di mana penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi
untuk periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa
menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami
kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB.
Anus merupakan lubang
di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian
anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus.
Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari
tubuh melalui proses defekasi (buang air besar – BAB), yang merupakan fungsi
utama anus.
Langganan:
Postingan (Atom)






